Travel Fishing di Telaga-telaga Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Travel Fishing di Telaga-telaga Kawasan Dataran Tinggi Dieng - Allow, selamat malam ketemu kembali dengan web mancingmania terasik sesi kali ini admin akan membawakan hal mengenai info mancing mania umpan paling ampuh untuk ikan gabus baca selengkapnya Travel Fishing di Telaga-telaga Kawasan Dataran Tinggi Dieng Supaya menerima pembahasan pembahasan lain nya yang pasti terfavorit, silahkan kunjungi web

Travel Fishing di Telaga-telaga Kawasan Dataran Tinggi Dieng - Allow, selamat malam ketemu kembali dengan web termahal sesi kali ini admin akan membawakan hal mengenai mancing mania terbaik Supaya menerima pembahasan pembahasan lain nya yang pasti terbaru, silahkan kunjungi web https://mancingmaniaa7.blogspot.com

 

 

Hari Sabtu tanggal 5 Agustus, sekeliling jam setengah 5 sore, saya dengan teman saya berangkat meluncur ke kidul metropolitan Pekalongan tepatnya, aku mengabah arah alun-alun adiluhung Dieng Jawa Tengah. Kami berdua memang mempunyai hobi yang sama adalah memepas dengan hari ini aku gemar berikhtiar spot mancing terbaru kami, telaga-telaga yang berada di alun-alun alun-alun adiluhung Dieng. Ada jumlah bendungan yang bisa dijadikan spot memepas di alun-alun ini celah lain, bendungan Cebong, bendungan Menjer, bendungan Swiwi, bendungan Dringo dengan bendungan Merdada. Ada lagi adalah bendungan warna dengan bendungan Pangilon, namun atas kadar sulfurnya yang adiluhung tidak sedia ikan yang sanggup hidup di sana. Mengingat antara danau yang berjauhan aku hanya berikhtiar memepas di bendungan Cebong dengan bendungan Merdada.

Waktu itu memang bertepatan dengan acara, DCF(Dieng Cultere Festival) 2017 jadi selain, tujuan aku adalah memancing, aku juga menyempatkan diri untuk melihat daftar tersebut. Acaranya memang ramai, ratusan ataupun bahkan ribuan orang tumpah ruah dalam daftar ini. Baik dari dalam atau dari luar negeri.

Salah satu rangkaian daftar DCF

Banyak daftar sedia dalam DCF diantaranya, malam pertunjukan keterampilan dengan budaya, dengan keesokan harinya dilanjutkan dengan daftar kirab budaya dengan daftar pemotongan rambut gimbal khas bangsa Dieng.

Setelah malamnya aku bergadang dengan jalan-jalan menyaksikan daftar DCF minggu paginya, aku berangkat mengabah spot mancing pertama kami, adalah bendungan Cebong ataupun bendungan Sembungan. Telaga ini terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Jarak dari komplek candi Arjuna alun-alun adiluhung Dieng kurang lebih 7 kilo meter dengan bisa ditempuh sekeliling 15 menit. untuk mengabah ke bendungan Cebong tidaklah sulit, atas jalannya pernah diaspal biarpun sedia sedikit lubang tidak apalah namanya juga jalan,😐.

Telaga Cebong

Setibanya di lokasi, aku berkeliling dulu sambil melihat pandangan di alun-alun ini, mmmm....indah memang pandangan di Desa Sembungan ini, pikirku,,,. Setelah berkeliling akibatnya aku menemukan spot yang klop dengan langsung memulai daftar mancing kami.

Waktu berjalan berjalan, tidak terasa pernah hampir tiga jam aku di sini. Namun, aku tidak mendapatkan target utama aku adalah ikan emas jumbo, yang katanya sedia di bendungan ini. Kami mancing memakai umpan cacing, barangkali umpan aku tidak disukai oleh ikan tersebut.

Walaupun sedia sambaran ikan, namun kecil-kecil sekali, barangkali ikan wader ataupun ikan mujair yang juga jadi ikan penghuni bendungan Cebong. Setelah capek menunggu dengan tempo mulai beranjak siang, akibatnya aku mematahkan untuk pindah ke area mancing yang aktual adalah bendungan Merdada. Jarak dari bendungan Cebong ke bendungan Merdada kurang lebih 10 km dengan bisa ditempuh dalam tempo sekeliling setengah jam.

Setelah jumlah detik akibatnya aku di spot mancing kedua aku adalah bendungan Merdada. Telaga Merdada terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Untuk mengabah alun-alun ini tidaklah sulit, atas jaraknya dari jalan raya tidak terlalu jauh dengan kondisi jalan lumayan apik biarpun masih jalan makadam(jalan batu). Karena aku membawa pancing jadi aku tidak dipungut biaya alias gretong,,,😉.

Telaga Merdada sebenarnya cukup indah sebagai ruang tujuan wisata, namun atas belum adanya penggarapan yang benar-benar dari paksa terkait maka, terkesan kurang terawat. Telaga ini dipenuhi dengan pendaman air bagaikan sejenis ganggang dengan pendaman air lainnya. Memancing di bendungan Merdada cukup alot menemukan api fokus spot karena, kuantitas pendaman air yang memenuhi pinggiran telaga.

Setelah berkeliling akibatnya aku menemukan spot mancing yang pas, biarpun bisa dibilang kurang ideal namun tidak apalah daripada tempo aku nanti dihabiskan untuk mencari area mancing. Tanpa menuggu lama kamipun langsung melemparkan umpan-umpan kami. Dengan bermodal umpan cacing aku berharap sedia ikan yang menyambar. Telaga Merdada banyak dihuni oleh cacat genus ikan dengan nama grass karp yang orang lokal menyebutnya 'braskap', selain itu sedia juga ikan tawes dengan ikan-ikan lainnya..



Menunggu strike di Telaga Merdada

Lama pernah aku menunggu sambaran ikan-ikan tersebut, namun pernah berjam-jam yang ditunggu tidak kunjung datang,,sampai aku capek😓. Dan waktupun berjalan beranjak sore, atas antara Dataran adiluhung Dieng-Kota Pekalongan cukup jauh bahwa aku putuskan untuk mengakhiri petualangan kami, sebenarnya angan-angan hati gemar berjalan berlanjut. Selain itu juga memandang tempo ekspedisi yang lumayan lama kurang lebih 3 jam dengan alun-alun yang aku tempuh cukup ekstrem(maklum petalang baru).

Sekali lagi aku gagal strike ikan, tapi tidak apalah,,,nampaknya aku harus mengenal lebih karakter ikan-ikan di sini. Alam yang indah dengan penduduk yang ramah pernah cukup buat menggantikan kehampaan kami. Dan, kehampaan ini sekaligus jadi argumen bahwa suatu detik nanti aku bakal balik ke Dataran adiluhung Dieng yang indah nan eksotik.

terima kasih telah berkunjung..salam sukses selalu.

 

sekian penjelasan mengenai Travel Fishing di Telaga-telaga Kawasan Dataran Tinggi Dieng, semoga pembahasan ini dapat membantu kamu salam

 

 

Artikel ini diposting pada kategori umpan paling ampuh untuk ikan gabus, , racikan umpan ikan nila jitu, , tanggal 12-09-2019

 

 

Hari Sabtu tanggal 5 Agustus, sekeliling jam setengah 5 sore, saya dengan teman saya berangkat meluncur ke kidul metropolitan Pekalongan tepatnya, aku mengabah arah alun-alun adiluhung Dieng Jawa Tengah. Kami berdua memang mempunyai hobi yang sama adalah memepas dengan hari ini aku gemar berikhtiar spot mancing terbaru kami, telaga-telaga yang berada di alun-alun alun-alun adiluhung Dieng. Ada jumlah bendungan yang bisa dijadikan spot memepas di alun-alun ini celah lain, bendungan Cebong, bendungan Menjer, bendungan Swiwi, bendungan Dringo dengan bendungan Merdada. Ada lagi adalah bendungan warna dengan bendungan Pangilon, namun atas kadar sulfurnya yang adiluhung tidak sedia ikan yang sanggup hidup di sana. Mengingat antara danau yang berjauhan aku hanya berikhtiar memepas di bendungan Cebong dengan bendungan Merdada.

Waktu itu memang bertepatan dengan acara, DCF(Dieng Cultere Festival) 2017 jadi selain, tujuan aku adalah memancing, aku juga menyempatkan diri untuk melihat daftar tersebut. Acaranya memang ramai, ratusan ataupun bahkan ribuan orang tumpah ruah dalam daftar ini. Baik dari dalam atau dari luar negeri.

Salah satu rangkaian daftar DCF

Banyak daftar sedia dalam DCF diantaranya, malam pertunjukan keterampilan dengan budaya, dengan keesokan harinya dilanjutkan dengan daftar kirab budaya dengan daftar pemotongan rambut gimbal khas bangsa Dieng.

Setelah malamnya aku bergadang dengan jalan-jalan menyaksikan daftar DCF minggu paginya, aku berangkat mengabah spot mancing pertama kami, adalah bendungan Cebong ataupun bendungan Sembungan. Telaga ini terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Jarak dari komplek candi Arjuna alun-alun adiluhung Dieng kurang lebih 7 kilo meter dengan bisa ditempuh sekeliling 15 menit. untuk mengabah ke bendungan Cebong tidaklah sulit, atas jalannya pernah diaspal biarpun sedia sedikit lubang tidak apalah namanya juga jalan,😐.

Telaga Cebong

Setibanya di lokasi, aku berkeliling dulu sambil melihat pandangan di alun-alun ini, mmmm....indah memang pandangan di Desa Sembungan ini, pikirku,,,. Setelah berkeliling akibatnya aku menemukan spot yang klop dengan langsung memulai daftar mancing kami.

Waktu berjalan berjalan, tidak terasa pernah hampir tiga jam aku di sini. Namun, aku tidak mendapatkan target utama aku adalah ikan emas jumbo, yang katanya sedia di bendungan ini. Kami mancing memakai umpan cacing, barangkali umpan aku tidak disukai oleh ikan tersebut.

Walaupun sedia sambaran ikan, namun kecil-kecil sekali, barangkali ikan wader ataupun ikan mujair yang juga jadi ikan penghuni bendungan Cebong. Setelah capek menunggu dengan tempo mulai beranjak siang, akibatnya aku mematahkan untuk pindah ke area mancing yang aktual adalah bendungan Merdada. Jarak dari bendungan Cebong ke bendungan Merdada kurang lebih 10 km dengan bisa ditempuh dalam tempo sekeliling setengah jam.

Setelah jumlah detik akibatnya aku di spot mancing kedua aku adalah bendungan Merdada. Telaga Merdada terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Untuk mengabah alun-alun ini tidaklah sulit, atas jaraknya dari jalan raya tidak terlalu jauh dengan kondisi jalan lumayan apik biarpun masih jalan makadam(jalan batu). Karena aku membawa pancing jadi aku tidak dipungut biaya alias gretong,,,😉.

Telaga Merdada sebenarnya cukup indah sebagai ruang tujuan wisata, namun atas belum adanya penggarapan yang benar-benar dari paksa terkait maka, terkesan kurang terawat. Telaga ini dipenuhi dengan pendaman air bagaikan sejenis ganggang dengan pendaman air lainnya. Memancing di bendungan Merdada cukup alot menemukan api fokus spot karena, kuantitas pendaman air yang memenuhi pinggiran telaga.

Setelah berkeliling akibatnya aku menemukan spot mancing yang pas, biarpun bisa dibilang kurang ideal namun tidak apalah daripada tempo aku nanti dihabiskan untuk mencari area mancing. Tanpa menuggu lama kamipun langsung melemparkan umpan-umpan kami. Dengan bermodal umpan cacing aku berharap sedia ikan yang menyambar. Telaga Merdada banyak dihuni oleh cacat genus ikan dengan nama grass karp yang orang lokal menyebutnya 'braskap', selain itu sedia juga ikan tawes dengan ikan-ikan lainnya..



Menunggu strike di Telaga Merdada

Lama pernah aku menunggu sambaran ikan-ikan tersebut, namun pernah berjam-jam yang ditunggu tidak kunjung datang,,sampai aku capek😓. Dan waktupun berjalan beranjak sore, atas antara Dataran adiluhung Dieng-Kota Pekalongan cukup jauh bahwa aku putuskan untuk mengakhiri petualangan kami, sebenarnya angan-angan hati gemar berjalan berlanjut. Selain itu juga memandang tempo ekspedisi yang lumayan lama kurang lebih 3 jam dengan alun-alun yang aku tempuh cukup ekstrem(maklum petalang baru).

Sekali lagi aku gagal strike ikan, tapi tidak apalah,,,nampaknya aku harus mengenal lebih karakter ikan-ikan di sini. Alam yang indah dengan penduduk yang ramah pernah cukup buat menggantikan kehampaan kami. Dan, kehampaan ini sekaligus jadi argumen bahwa suatu detik nanti aku bakal balik ke Dataran adiluhung Dieng yang indah nan eksotik.

terima kasih telah berkunjung..salam sukses selalu.

 

sekian penjelasan mengenai Travel Fishing di Telaga-telaga Kawasan Dataran Tinggi Dieng, semoga pembahasan ini dapat membantu kamu salam

 

 

Artikel ini diposting pada kategori umpan paling ampuh untuk ikan gabus, , racikan umpan ikan nila jitu, , tanggal 12-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Umpan Memancing Udang Galah

Toko Alat Pancing Di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik