Pengalaman Memancing Di Perairan Tanjung Pasir Tarakan

Pengalaman Memancing Di Perairan Tanjung Pasir Tarakan - Allow, selamat malam bersua lagi dengan web mancingmania terkenal pada kali ini admin akan membawa pembahasan hal mengenai mancing mania alamat toko alat pancing ikan simak selengkapnya Pengalaman Memancing Di Perairan Tanjung Pasir Tarakan Untuk menerima pembahasan pembahasan lain nya yang pasti terfavorit, silahkan berkunjung blog mancingmaniaa7.blogspot

 

 

Persiapan Mancing

Sudah direncanakan jumlah yaum sebelumnya bahwa Pimpinan Cabang BPJS Kesehatan Kota Tarakan yang atas era itu dijabat bagi Bapak Titus, ingin mengisi liburan akhir pekan dengan acara memancing. Karena memang salah satu favorit beliau adalah memancing, selain favorit yang lain tentunya. Ada jumlah anak Adam yang mengikuti acara memepas ini, diantaranya; Pak Titus, Mas Erfan, Bangun, Said, Hafid, Mas Mus dengan Saya sendiri.

Sebenarnya, tidak segala yang ikut acara ini favorit memancing, sekadar jumlah saja yang hobinya mancing, jadi mereka tidak kepunyaan bahan mancing, ya terpaksa menggunakan bahan mancing kami,  namun tidak apalah yang berarti heppi, toh acara ini intinya juga sekadar cari kesenangan aja, bukan mencari ikan, kalaupun dapat ya disyukuri aja kalo tidak ya...capek,hehehe

 Tepat pukul 8 pagi aku beranjak dengan otomobil yang dikemudikan bagi Mas Mus selaku driver kantor. Kami menggunakan kendaraan mini bus Ertiga diisi full 7 anak Adam plus bahan mancing kami. Oleh, Bangun selaku seksi sibuk aku ditarik iuran 20 ribuan, buat beli umpan dengan perbekalan nantinya ketika mancing.

Berangkat Mancing

Rombongan aku akan memepas di perairan ancol pasir metropolis tarakan. rute perjalanan aku dari kantor terus melalui jalan Diponegoro-Jalan Sumatra-terus putar di bundaran Tugu pompa pertamina Tarakan-keramat(Sei kapuas)-Sei Berantas-Sei Mahakam-Sei Ngingitan-dan bontot jalan Tanjung Pasir Mamburungan Tarakan. Di Jalan Sei Mahakam otomobil aku berhenti sementara buat membeli perbekalan buat mancing seperti, beras, mie instan, kahwa serta makanan ringan lainnya.

Perjalanan dari Jalan Diponegoro ke Tanjung Pasir ditempuh kurang bertambah 45 menit, karena kondisi jalan yang berkelok-kelok dengan bertambah turun. Jadi Mas Mus tidak bisa terlalu kencang mengendarai mobilnya, di tambah berulang latar jalannya sebelah ada yang berlubang. Mobil aku melalui kebun-kebun, hutan serta kampung-kampung yang umumnya bangsa bugis dengan toraja yang telah lama mendiami daerah itu dengan bekerja sebagai peladang.

Tiba di Tanjung Pasir

Setelah menunggu akhirnya kamipun sampai di Tanjung Pasir, Daerah ini melahirkan perkampungan para nelayan yang berada di alun-alun pantai. bentuk rumahnya berbentuk bangunan panggung yang berada di arah air laut. Selain bekerja sebagai nelayan, bangsa disini juga bekerja di PT SKA perusahaan pemekatan udang, yang lokasinya berada di alun-alun pantai ancol pasir.

Mobil aku berhenti dengan delegasi keluar dari dalam otomobil sambil membawa bahan mancing aku masing-masing. Bangun, langsung menghubungi Bang Udin selaku nahkoda dari perahu yang saya gunakan nanti. Dia adalah fungsionaris di PT SKA yang pernah kenal baik dengan Bangun. setelah jumlah era Bang Udin datang dengan mempersilahkan aku buat acap bertambah ke arah kapal. Perahu yang aku gunakan lumayan besar karena biasa digunakan buat mengangkut udang rebon ebi dengan ikan. Karena ini yaum cuti maka, kapal dalam keadaan nganggur tidak digunakan perusahaan dengan biasanya disewa bagi jumlah dinas buat mancing. Selain itu, Bang Udin juga pernah menyiapkan umpan memepas nanti yaitu udang.

Memancing

Rombongan aku pernah masuh perahu semua, dengan Bang Udin langsung melakukan kapalnya meninggalkan cerocok Tanjung Pasir. Setelah kurang lebih, 10 menit Bang Udin menghentikan perahu dengan mencampak jangkarnya ke laut. Dan masing-masing aku pernah siap dengan bahan mancing dengan mencari posisi yang pas buat mancing. Kondisi arus air tenang dengan udara bertiup sepoi-sepoi menjadikan suasana enak dengan nyaman.

Beberapa teman mendapat strike iwak akan tetapi dari helaan kayaknya iwak kecil. Setelah kurang bertambah setengah jam, Bang Udin menyuruh aku buat menggulung dawai dengan menambahkan mencari spot yang baru. Bang Udin melakukan perahunya semakin menjauhi cerocok Tanjung Pasir, setelah seputar 15 menit perahu berhenti dengan anjar lagi dilembar ke laut.

Tanpa disuruh delegasi membuang kailnya masing-masing. Setelah menunggu jumlah era akhirnya, Bangun mengawali strike dengan berjaya menaklukkan GT berukuran alang atau iwak kucam anak Adam tarakan biasa menyebutnya.  Mantaaap..😆👍

Tak angkat tangan ketinggalan Pak Titus yang era itu menggunakan joran saya juga strike, akan tetapi karena helaan yang sejenis itu awet beliau sadar tidak nyaman dengan itu dengan melepaskan jorannya atas saya.

Sayapun memetik alih joran Pak Titus, dengan langsung berduel dengan ikan. Dan memang adil helaan iwak sejenis itu awet sampai-sampai joran melengkung perahu mau patah. Tarikannya sejenis itu awet dengan inilah helaan iwak terberat selama memancing. Setelah bertarung kurang bertambah setengah jam dengan Buzzz...ikan berjaya lepas dengan meloloskan diri,,sayang sekali,,teman-teman juga sangat menyayangkan keadaan ini. Namun demikian aku tetap mencampak dengan terus membuang pepas sonder kenal lelah..

Tidak terasa waktu pernah menjelang siang, di era aku memepas sebelah teman kami,seperti Mas Erfan dengan Said serta ada kru kapal memasak buat makan siang kami. Dan waktu makan siangpun tiba, aku makan siang dengan lauk mie instan dengan ikan-ikan kecil hasil memancing. Walaupun bisa dibilang makan seadannya,,,namun,wow....rasanya nikmat sekali..mengalahkan makan direstoran,mahal sekalipun..😃😆😃👍

Selesai makan acara memepas tetap berlanjut dengan berbagai tehnik, antara lain jigging dengan trolling, Ditengah hawa terik lautan Tarakan kapal aku diiringi jumlah ekor penyu yang berenang disekitar kapal.

Pulang

Setelah lewat tengah hari, Pak Titus ajak buat mengakhiri acara memepas yaum ini. Dan Bang Udin memutar kemudi perahunya buat lagi ke dermaga. Selang jumlah era kemudian perahu kamipun bersandar di cerocok Tanjung Pasir. Pak Titus dengan teman-teman bersalaman dengan abang Udin utuk mengucapkan terima kasih karena telah memandu acara mancing kami.Satu-persatu delegasi keluar dari kapal, kondisi cerocok yang terbuat dari kusen menyulitkan delegasi buat keluar.

Setelah segala sampai di darat segala delegasi bersarang otomobil buat meluncur lagi ke kantor di jalan Diponegoro Kota Tarakan. ditengah perjalanan saya teringat, ada sesuatu yang belum saya bawa yaitu kotak alat pancing saya, walaupun bukan bahan langka tapi isinya lumayan lengkap, mulai dari pancing berbagai ukuran, pemberat, senar, pelampung, kili-kili,stoper dengan lain-lain. Namun, perjalanan pernah separoh, tidak elok andaikan kembali,,ah sudahlah diikhlaskan saja, anggap saja kenang-kenangan buat Bang Udin. Jam memberitahukan pukul jam 2 kurang seperempat, saya tiba di bangunan kontrakan saya yang berada di jalan pembangunan Kota Tarakan.

Sebuah pengalaman mancing yang asyik dengan menarik, bersama rekan-rekan dari BPJS Kesehatan Kota Tarakan

 

Sekian pembahasan perihal Pengalaman Memancing Di Perairan Tanjung Pasir Tarakan, semoga artikel ini dapat menghibur anda salam

 

 

tulisan ini diposting pada kategori alamat toko alat pancing ikan, umpan ikan lele yang jitu di kolam, umpan ikan lele kolam jitu, , tanggal 12-09-2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Umpan Memancing Udang Galah

Toko Alat Pancing Di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik